Minggu, 16 Oktober 2011

BAHAN AJAR SENI RUPA




BAB  I
SENI DAN ESTETIKA

Agar pemahaman terhadap pendidikan seni rupa menyeluruh, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu secara mendalam tentang kajian seni dalam kaitannya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan masalah filosofis dan ilmiah. Oleh karena itu lingkup pembahasan seni rupa ini meliputi pemahaman terhadap seni, keindahan, estetika dan perkembangannya.

A.   Seni dan Keindahan
Secara umum orang mengemukakan pengertian seni sebagai produk manusia yang mengandung keindahan. Pendapat ini tentu saja tidak keliru, namun ada baiknya jika sebelum mengaitkan seni dengan keindahan, terlebih dahulu mengetahui tentang apakah keindahan itu.

Keindahan menurut asal katanya; beautiful (bahasa Inggris), beau (bahasa Perancis), sedangkan dalam bahasa Italia dan Spanyol disebut bello yang berasal dari kata Latin bellum, akar katanya adalah benum yang berarti kebaikan. Terdapat perbedaan antara keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda yang indah, sebagaimana kita kenal dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauti (keindahan) dan the beautiful (benda atau sesuatu yang indah).

     Monroe Beardsley mengemukakan 3 (tiga) ciri yang membuat indah benda estetis (karya seni pada umumnya, yaitu :

1.    Kesatuan (unity); benda estetis tersusun secara baik atau sempurna bentuknya.
2.    Kerumitan (complexity); karya seni kaya akan isi maupun unsur-unsur yang saling berlawanan atau mengandung perbedaan-perbedaan yang halus.
3.    Kesungguhan (intensity); karya seni yang baik harus mengandung kualita tertentu yang menonjol, bukan sekedar sesuatu yang kosong.


B.   Seni dan Budaya


Budaya berasal dari kata Sansekerta ‘buddhayah’ bentuk jamak dari buddhi yang artinya ‘akal’. Artinya  segala hal yang bersangkutan dengan akal disebut kebudayaan. Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar Koentjaraningrat).

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1.    Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
       alat-alat teknologi
       sistem ekonomi
       keluarga
       kekuasaan politik

2.    Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
       sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
       organisasi ekonomi
       alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
       organisasi kekuatan (politik)

3.    Koentjaraningrat mengemukakan 7 unsur universal dalam kebudayaan, yaitu :
       Sistem religi dan upacara keagamaan
       Sistem dan organisasi kemasyarakatan
       Sistem pengetahuan
       Bahasa
       Kesenian
       Sistem mata pencaharian
       Sistem teknologi dan peralatan



BAB II
WAWASAN SENI

A.   Pengertian Seni

Demikian universalnya seni sebagai bagian dari kebudayaan, sehingga wajar jika ada banyak definisi seni yang dikemukakan, diantaranya :

1.    HERBERT READ :
Seni adalah ekspresi dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman yang dihubungkan dengan perasaan, aktifitas fisik dan psikologis ke dalam bentuk karya.

2.    ENSIKLOPEDIA INDONESIA :
Seni adalah penciptaan segala hal atau bentuk benda yang karena keindahan bentuknya maka orang senang melihatnya atau mendengarnya.

3.    ACHDIAT KARTAMIHARDJA :
Seni adalah kegiatan rohani yang dapat merepleksikan realitas ke dalam bentuk karya dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman rohani si penerimanya.

B.   Fungsi Seni

1.    Fungsi Individual
Seni dapat memenuhi salah satu kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis. Fungsi seni dalam pemenuhan salah satu kebutuhan fisik lebih cenderung dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan praktis (applied arts), sedangkan kebutuhan psikis (rasa senang, sedih, haru, ngeri, duka dsb) dapat dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan ekspresi (fine arts). Fungsi individual yang dirasakan perorangan dapat dirasakan oleh seniman dan bukan seniman yaitu melalui kegiatan kreasi dan atau apresiasi, kegiatan berkarya atau penikmatan karya seni.



2.    Fungsi Sosial :

a.    Fungsi sosial seni dalam bidang keagamaan; seni dapat digunakan sebagai salah satu wahana atau media dakwah, seni arsitektur dan dekorasi dalam tempat beribadah.
b.    Fungsi sosial seni dalam bidang pendidikan; penggunaan seni sebagai media dalam kegiatan pembelajaran, contoh: gambar/ilustrasi (seni rupa), nyanyian (seni musik), sosio drama (seni tari, teater dan sastera).
c.    Fungsi sosial seni dalam bidang komunikasi; seni yang bertujuan praktis (applied arts) maupun yang bertujuan ekspresi (fine arts), keduanya memiliki fungsi menyampaikan pesan dari individu, kelompok, organisasi, lembaga atau institusi kepada khalayak.
d.    Fungsi sosial seni dalam bidang hiburan atau rekreasi; dalam hal ini seni sebagai karya yang dipertunjukan atau dipamerkan maupun seni sebagai elemen yang menunjang sarana tempat hiburan itu sendiri baik unsur dekorasi interior atau eksterior, arsitektur.


C.   Cabang-cabang Seni

1.    Seni suara (musik) dengan unsur utamanya suara, misalnya: suara manusia (vokal), suara alat musik, dsb.
2.    Seni rupa dengan unsur utamanya adalah unsur-unsur rupa
3.    Seni tari dengan unsur utamanya gerak
4.    Seni sastera dengan unsur utama bahasa
5.    Seni peran (teater) disajikan dengan akting meliputi unsur bahasa, gerak, dan musik

D.   Seni Rupa

1.    Pengertian
Seni Rupa adalah cabang seni yang mengekspresikan pengalaman estetik manusia lewat unsur-unsur rupa ke dalam media dua atau tiga dimensi.
2.    Cabang seni rupa
a.    Seni lukis
b.    Seni patung
c.    Seni grafis
d.    Seni gambar
e.    Seni dekorasi
f.     Seni ilustrasi
g.    Seni reklame
h.    Seni kriya
i.      Desain grafis
j.      Seni arsitektur

3.    Unsur-unsur seni rupa
a.    Garis
1)    Garis nyata; garis yang secara fisik atau kasat mata jelas berujud garis, seperti garis lurus, lengkung, dsb.
2)    Garis tidak nyata (imajinatif), secara kasat mata tidak berujud sebagai garis, akan tetapi dapat ditangkap sebagai kesan, misalnya batas bidang, bentuk atau warna.

b.      Bidang :
Merupakan ubahan dari garis dan dapat berupa bidang geometris (beraturan) atau non geometris (tidak beraturan)

c.    Ruang
Ruang merupakan ubahan dari bidang dua dimensi menjadi bangun ruang tiga dimensi, baik geometris (beraturan) maupun non geometris (tidak beraturan)

d.    Tekstur
Tekstur adalah halus atau kasarnya  permukaan bidang atau benda

e.    Gelap-terang
Unsur gelap-terang disebabkan adanya cahaya yang mengenai objek atau benda, hal ini pun akan memberi efek tiga dimensi atau ruang yang semakin menonjol.

f.     Warna
Warna sebagai unsur visual yang berkaitan dengan bahan yang mendukung keberadaannya ditentukan oleh jenis pigmennya. Kesan yang diterima oleh mata lebih ditentukan oleh cahaya. Hal yang sangat mendasar dari warna adalah Hue (spektrum warna), Saturation (nilai kepekatan) dan Lightness (nilai cahaya dari gelap ke terang). Ketiga unsur tersebut memiliki nilai dari 0 hingga 100.

Disamping itu warna pun merupakan unsur yang memikat dan memberikan efek tertentu seperti: riang, sedih, suram dsb.


1).  Teori warna Newton
Warna adalah cahaya yang terurai melalui prisma, sehingga menghsailkan spektrum warna : merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu

2).  Teori warna Brewster

a)  Pengelompokan Warna :
·         Warna Primer : warna pokok yang terdiri dari merah, kuning dan biru
·         Warna Sekunder: warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer, yaitu: hijau merupakan campuran kuning dengan biru; ungu campuran merah dengan biru; dan jingga dari campuran merah dengan kuning.
·         Warna Tersier: dihasilkan dari pencampuran warna primer dan sekunder, contoh: ungu dengan merah menghasilkan warna ungu kemerahan; hijau dengan kuning menghasilkan warna hijau kekuningan dst.
b)  Perpaduan Warna :
·         Warna Komplemeter; perpaduan warna kontras yang dihasilkan dari perpaduan dua warna yang berseberangan di dalam lingkaran warna, seperti: ungu dengan kunig; hijau dengan merah; biru dengan jingga.
·         Warna Analogus; perpaduan warna harmonis yaitu perpaduan dari dua warna yang berdampingan dalam lingkaran warna, seperti: hijau dengan hijau kekuningan, hijau kekuningan dengan kuning dst.

c) Penggunaan Warna :
·         Harmonis;penggunaan warna secara objektif, seperti hijau untuk daun, biru untuk langit, dll.
·         Heraldis/Simbolis; penggunaan warna berkaitan dengan perlambangan, misalnya merah untuk berani atau putih untuk suci.
·         Murni; penggunaan warna tidak dikaitkan dengan objek atau perlambangan tertentu,misalnya pagar dicat putih.


4.    Komposisi
Komposisi adalah pengorganisasian unsur-unsur rupa yang disusun dalam karya secara harmonis antara bagian, maupun antara bagian dengan keseluruhan. Untuk menghasilkan komposisi yang baik harus mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip komposisi yang meliputi :

a.    Kesatuan (unity)
Kesatuan merupakan salah satu prinsip komposisi yang menekankan pada keselarasan dari unsur-unsur yang disusun, baik dalam wujudnya maupun ide yang melandasinya.

b.    Keseimbangan (balance)
Keseimbangan merupakan prinsip dalam komposisi yang berusaha menghindari kesan berat sebelah. Keseimbangan dibagi menjadi:
·         Keseimbangan simetris dan asimetris
·         Keseimbangan memusat dan meyebar

Cara mencapai keseimbangan :
·      Keseimbangan bentuk dan ukuran
·      Keseimbangan warna
·      Keseimbangan tekstur




c.    Irama (rhythm)
Irama atau ritme adalah penyusunan unsur-unsur dengan mengikuti suatu pola tertentu secara teratur untuk mendapatkan kesan yang menarik. Polanya dapat dilakukan dengan melakukan pengulangan maupun pergantian secara teratur.

d.    Kontras
Kontras dibentuk dengan mengatur unsur-unsur yang bertentangan secara tegas tetapi tidak berlebihan sehingga tercapai kesan yang tidak monoton.

e.    Fokus
Fokus atau pusat perhatian biasanya digunakan untuk menunjukkan bagian yang dianggap penting dan diharapkan menjadi pusat perhatian utama dalam karya.

5.    Pengelompokan Seni Rupa
a.    Seni rupa dibedakan menurut fungsi dan tujuannya :
1)    Seni rupa murni (fine arts/pure arts); yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll.
2)    Seni Rupa terapan (applied arts/useful arts); yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.

b.   Seni rupa dibedakan berdasarkan bentuk :
1)    Seni rupa 2 dimensi (dwimatra); karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan); seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll.
2)    Seni rupa 3 dimensi (trimatra); karya seni rupa yang disamping memiliki ukuran panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat dilihat/dinikmati dari beberapa arah, seperti : patung, dekorasi, kerajinan dll.

BAHAN REFERENSI

·         Andi Kusrianto, Pengantar Desain Komunikasi Visual, Andi, Yogyakarta: 2007
·         Adjid Saputra, Drs, Pendidikan Seni SMU, Dwi Tunggal, Bandung: 2003
·         Dedi Nurhadiat, Drs, Pendidikan Seni SMU, PT. Intermasa, 1994
·         Dharmawan, Pegangan Pendidikan Seni Rupa, Armico, Bandung: 19987
·         Koentjaraningrat, Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia, Jakarta: 1994
·         Wiyoso Yudoseputro, Pengantar Seni Rupa Islam Indonesia, Angkasa, Bandung: 1986
·         Materi PLPG Seni Budaya, UPI Bandung: 2009
·         Google.com
·         Wikipedia.org

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar